Pesta DJ di Batang Hari Disorot, Warga Soroti Dugaan Aktivitas Mencurigakan di Sekitar Lokasi
Batang Hari – Pesta DJ yang digelar pada Minggu malam (12/4/2026) di wilayah Desa Simpang Jelutih, Kabupaten Batang Hari, terus menjadi perhatian masyarakat. Selain kebisingan yang berlangsung hingga larut malam, warga juga menyoroti adanya dugaan aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi yang disebut-sebut tidak jauh dari pemukiman.
Sejumlah warga mengaku resah dengan kondisi tersebut. Mereka menyebut adanya lokasi yang diduga kerap dijadikan tempat berkumpul oleh sejumlah orang dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami melihat ada satu titik yang diduga jadi tempat kumpul. Orang keluar-masuk hampir setiap hari, bahkan sampai malam. Itu yang bikin warga jadi curiga,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Menurut keterangan warga, aktivitas di lokasi tersebut melibatkan sejumlah orang yang datang dan pergi secara bergantian, termasuk kalangan remaja. Hal ini memunculkan kekhawatiran akan kemungkinan adanya kegiatan yang tidak sesuai dengan aturan.
“Yang datang bukan orang itu-itu saja, sering berganti. Anak-anak muda juga banyak yang mondar-mandir. Kami hanya khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah warga lainnya.
Di tengah situasi tersebut, kembali mencuat isu lama yang sempat viral, yang mengaitkan seorang pria berinisial “S” dengan dugaan aktivitas ilegal.
Namun demikian, informasi tersebut masih bersifat dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya, karena belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum.
Warga menyayangkan belum adanya klarifikasi resmi dari pihak terkait, termasuk aparat di wilayah Polsek Batin XXIV maupun unsur lingkungan setempat.
“Harapan kami aparat bisa turun langsung mengecek. Supaya jelas dan tidak menimbulkan berbagai asumsi di masyarakat,” ungkap seorang tokoh masyarakat.
Masyarakat berharap adanya langkah cepat dari pihak berwenang untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, serta memberikan penjelasan yang transparan kepada publik.
Di sisi lain, warga juga diimbau untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar dan tidak mudah menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak berwenang guna memperoleh keterangan resmi dan berimbang.(Umar)**
