Dugaan Peredaran Sabu di Batang Hari Makin Berani, JL Ngamuk Saat Ditemui Awak Media
Gambar: Ilustrasi ditempat kejadian
Batang Hari – Dugaan praktik peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Batang Hari kembali mencuat dan menjadi perhatian serius masyarakat. Seorang pria berinisial JL, yang disebut beroperasi di kawasan Desa Pompa Air dan Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, kini menjadi sorotan setelah diduga secara terang-terangan memperlihatkan hingga membagikan barang yang diduga narkotika jenis sabu di hadapan sejumlah orang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam, 12 Mei 2026, di sebuah rumah milik kerabat JL di Desa Sungai Buluh, Muara Bulian, yang saat itu masih dalam tahap pembangunan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, JL bersama beberapa rekannya sedang berkumpul sambil mengkonsumsi minuman beralkohol.
Namun suasana berubah ketika JL diduga mengeluarkan kantong berisi kristal putih yang diduga kuat merupakan narkotika jenis sabu. Tanpa menunjukkan rasa takut ataupun khawatir, ia disebut meminta plastik klip kecil kepada salah satu rekannya yang berada di lokasi.
Setelah itu, sebagian isi kantong tersebut diduga dipindahkan ke dalam plastik klip kecil sebelum akhirnya diberikan secara langsung kepada salah satu awak media yang berada di tempat kejadian. Tindakan tersebut dilakukan di tengah keberadaan sejumlah orang yang sedang berkumpul di rumah tersebut.
Aksi yang diduga dilakukan secara terbuka itu sontak menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, tindakan tersebut dinilai menunjukkan keberanian yang tidak biasa, seolah tidak takut terhadap konsekuensi hukum.
Beberapa waktu setelah pertemuan itu, awak media yang awalnya datang seorang diri kemudian kembali mendatangi rumah tersebut bersama dua rekannya. Kedatangan mereka disebut hanya untuk berpamitan sekaligus menjalin komunikasi baik dengan JL.
Saat tiba di lokasi, suasana awalnya berlangsung santai dan sempat terjadi percakapan singkat. Namun situasi mendadak berubah ketika JL mulai menunjukkan emosi dan melontarkan kata-kata bernada tinggi kepada awak media.
“Sudah duo kali dengen malam ini, aku dak senang nian dengen kau ni. Apo mau kau? Tadi sudah kubagi, jadi nak apo lagi? Aku ni dak tau dengen hukum, tau dak? Apo kau nak memeras aku? Aku ni bukan jual sabu,” bentak JL dengan nada keras.
Dalam kondisi tersebut, awak media berusaha menenangkan situasi dengan menjawab singkat, “Maaf, maaf, bukan maksud mau apo-apo.”
Ketegangan semakin terasa ketika beberapa orang yang berada di sekitar lokasi mulai mendekat sambil memegang botol kaca. Situasi itu membuat suasana menjadi tidak kondusif dan memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan pihak yang berada di tempat kejadian.
Di Tempat terpisah sebelumnya, salah satu pria berinisial R yang diduga merupakan bagian dari kelompok JL juga sempat melontarkan pernyataan bahwa aktivitas mereka disebut telah diketahui oleh pihak tertentu. Pernyataan tersebut disampaikan saat berlangsung percakapan dengan awak media.
Meski demikian, hingga saat ini klaim yang disampaikan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan belum ada bukti resmi yang menguatkan pernyataan tersebut.
Rangkaian peristiwa ini memicu keresahan masyarakat yang berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas terhadap dugaan aktivitas peredaran narkotika yang disebut semakin berani dan terbuka di wilayah Batang Hari.
Warga juga mendesak agar titik-titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas jaringan tersebut, baik di kawasan Desa Bungku maupun Muara Bulian, dapat segera ditindaklanjuti guna menjaga keamanan lingkungan dan memutus rantai peredaran narkoba yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.(Red)**
