Bisnis Minyak Ilegal D Terus Melenggang, Tiga Bulan Menjabat Kapolres Batanghari Terkesan “Tutup Mata”
BATANG HARI / Media CCN — Aroma bahan bakar minyak ilegal dari gudang milik oknum berinisial D di Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, hingga detik ini masih menyengat tajam. Padahal, sudah hampir tiga bulan lamanya AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K., memegang tongkat komando sebagai Kapolres Batanghari menggantikan AKBP Handoyo Yudhy Santosa, S.I.K., sejak serah terima jabatan pada 12 Januari 2026 lalu. Alih-alih melakukan pembersihan, aktivitas “kencing minyak” di gudang tersebut justru kian leluasa, seolah menantang nyali dan integritas sang Kapolres baru.
Publik kini mulai gerah dan melayangkan kritik keras. Selama puluhan hari menjabat, belum terlihat langkah nyata atau tindakan hukum yang mampu menghentikan operasional gudang ilegal milik D tersebut. Bisnis hitam ini seolah memiliki “kekebalan hukum” yang tak tergoyahkan oleh pergantian pimpinan di Mapolres Batanghari. Kondisi ini memicu spekulasi liar di tengah masyarakat terkait adanya dugaan “main mata” atau pembiaran sistematis yang membuat mafia minyak ini merasa tak tersentuh oleh tangan hukum.
Masyarakat yang sudah jengah dengan keberadaan gudang ini mempertanyakan keberanian AKBP Arya Tesa Brahmana. Pasalnya, saat dilantik, sang Kapolres digadang-gadang sebagai sosok berprestasi yang sukses membawa Polres Kerinci meraih Juara I Kompolnas Awards 2025. Namun, realitas di lapangan justru berbanding terbalik; reputasi besar itu seolah luntur di Batanghari ketika dihadapkan pada satu gudang minyak ilegal milik D. Warga merasa heran, mengapa pimpinan kepolisian yang dikenal berintegritas justru diam seribu bahasa melihat praktik ilegal yang berlangsung secara terang-terangan di depan mata.
”Kami sudah lelah melihat gudang itu tetap beroperasi di bawah kepemimpinan Kapolres yang baru. Hampir tiga bulan beliau menjabat, tapi gudang D seolah tak pernah disentuh. Apakah Kapolres memang tidak tahu, pura-pura tidak tahu, atau memang sengaja dibiarkan?” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa berat, Senin (20/4/2026).
Ketegasan Kapolres Batanghari kini benar-benar dipertaruhkan. Jika dalam waktu dekat tidak ada aksi penggerebekan atau penindakan hukum yang konkret terhadap gudang tersebut, maka publik akan semakin kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan AKBP Arya Tesa Brahmana. Mafia minyak ilegal ini telah menjadi ujian nyata bagi sang Kapolres: apakah ia akan menjadi penegak hukum yang berani menabrak “tembok” mafia, atau justru akan tercatat dalam sejarah sebagai Kapolres yang membiarkan bisnis kotor tumbuh subur di wilayah hukumnya. Waktu terus berjalan, dan kesabaran masyarakat kini sudah di ambang batas.(Tim Red)**
